Perjalanan dengan menggunakan TransJogja

Pada hari Sabtu, tanggal 23 Februari 2008. Kami berangkat dari rumah masing-masing pukul 06.15 menuju sekolah untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan Trans Jogja. Sesampainya di sekolah, kami berkumpul bersama teman-teman di halaman depan sekolah menunggu kedatangan guru kami. Sekitar pukul 07.51, kami bersama teman-teman serta guru sudah berkumpul di halaman depan sekolah dan berangkat menuju halte bis yang letaknya berseberangan dengan sekolah kami. Sesampainya di halte, kami harus membayar tiket masuk seharga Rp 1.000 terlebih dahulu kepada petugas halte. Setelah membeli tiket masuk, kami menunggu bis Trans Jogja datang kira-kira 15 menit lebih di dalam halte maupun di luar halte. Di dalam halte, kami seperti terhimpit-himpit disekitar penumpang lainnya. Hal ini terjadi dikarenakan ukuran halte sendiri yang sangat sempit bagi para penumpang yang datang, apalagi di sana hanya terdapat 2 buah kursi yang mengakibatkan kebanyakan penumpang harus berdiri.

Setelah menunggu lama di dalam halte, akhirnya bis Trans Jogja datang menuju halte. Warna bis Trans Jogja adalah perpaduan antara kuning dan hijau, ukuran bis tidak begitu besar seperti halnya bis angkutan kota. Klakson bis juga dibuat berbeda dengan yang lain. Dengan senang hati, kami beserta teman-teman dan guru mulai memasuki bis Trans Jogja. Di dalam bis terdapat pintu masuk otomatis yang akan bekerja bila bis akan menerima penumpang yang akan masuk atau keluar bis, Pegangan bagi para penumpang yang ingin berdiri. Bis juga dilengkapi dengan AC, pengharum ruangan otomatis yang sewaktu-waktu akan menyemprotkan ruangan di dalam bis, dan musik supaya penumpang merasa nyaman dan tenang. Tak lupa juga, kawasan di dalam bis dijaga kenyamanannya dengan membuat tata tertib kepada penumpang agar tidak merokok dalam bis. Bis yang kami tempati sendiri adalah bis trayek 3A. Dalam perjalanan, kami melewati jalan MT. Haryono, jalan kolonel Katamso, pojok beteng wetan, daerah sekitar Mergansan, daerah sekitar Wirosaban, dan melewati terminal Giwangan. Setibanya di terminal Giwangan pukul 08.12, suasana di terminal sepi, banyak angkutan kota yang tidak dijejali para penumpang. Bis Trans Jogja beristirahat sejenak menunggu penumpang. Suasana di dalam bis begitu ramai, ada yang bersendau gurau, ada juga yang berdiam diri.

Bis Trans Jogja mulai melanjutkan perjalanan kembali, melewati pasar Giwangan, daerah Kotagede, jalan Gedongkuning, melalui jembatan layang di jalan Janti. Suasana di dalam bis menjadi ramai ketika di perjalanan sekitar jalan Janti, kami melihat banci yang sedang mengamen di jalanan. Perjalanan dilanjutkan kembali melewati jalan Adi Sucipto menuju bandara internasional Adi Sucipto. Lalu, di perjalanan kami melihat anak kecil sedang melaksanakan manasik haji yang didampingi oleh para guru di sekolah mereka. Suasana di dalam bis mulai sepi karena mulai bosan berada dalam bis yang begitu sesak dan pengap karena AC tidak menyala secara maksimal. Bis kemudian melewati ringroad utara, daerah Banguntapan, daerah Maguwoharjo, supermarket Makro. Sekitar pukul 09.11, kami sudah melewati MM UGM, beberapa teman-teman kami ada yang pusing akibat berada di dalam bis. Perjalanan berlanjut hingga melewati tugu Jogjakarta, terminal Abu Bakar Ali, daerah malioboro, jalan Ahmad Dahlan, jalan Wahid Hasyim, lalu menuju ke jalan MT. Haryono. Kami beserta teman-teman serta guru keluar bis dan kembali menuju sekolah untuk beristirahat sejenak.

Tinggalkan sebuah Komentar